Wali Kota Jaya Negara membuka lomba mancing lele air deras yang diselenggarakan Banjar Saraswati, Kesiman Denpasar dengan penebaran ikan lele di aliran Tukad (sungai) Bindu Kesiman, Minggu Pagi (9/8). (Foto: HumasDps)
DENPASAR, PERSPECTIVESNEWS – Wali Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara, secara resmi membuka lomba mancing lele air deras yang diselenggarakan oleh Banjar Saraswati, Kesiman, Denpasar, Minggu pagi (9/8). Pembukaan ditandai dengan penebaran ikan lele secara langsung di aliran Tukad (sungai) Bindu, Kesiman.
Sejak subuh, kawasan aliran Tukad Bindu telah dipadati oleh para peserta yang datang silih berganti. Tak hanya dari wilayah Kota Denpasar, pemancing dari luar daerah turut ambil bagian dalam kegiatan ini dengan membawa perlengkapan serta umpan memancing masing-masing.
Wali Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara, mengapresiasi tinggi inisiatif Banjar Saraswati Kesiman. Selain menyediakan ruang rekreasi bagi para penghobi mancing, kegiatan ini diharapkan dapat mendorong kesadaran masyarakat dalam menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan aliran sungai.
"Tentu kami sangat mengapresiasi pelaksanaan kegiatan ini, semoga selain menjadi wahana rekreasi dan hiburan, ini juga menjadi edukasi untuk terus menjaga kelestarian lingkungan atau subak," ujar Jaya Negara.
Sementara itu, Kelian Adat Banjar Saraswati, Anak Agung Ngurah Srijaya Widiada, menjelaskan bahwa kegiatan lomba mancing ini digelar dalam rangka penggalian dana untuk menyukseskan Upacara Karya Melaspas dan Mendem Pedagingan di Banjar Saraswati yang dijadwalkan pada Desember mendatang.
Menurutnya, acara ini merupakan bentuk inovasi kegiatan kemasyarakatan yang tidak hanya berfokus pada penggalangan dana, tetapi juga wadah penyaluran hobi dan peningkat keakraban antarwarga serta pecinta mancing.
"Untuk lomba kali ini, kami menyebar sekitar 2.100 kupon dengan harga Rp60.000 per kupon. Peserta yang hadir diperkirakan mencapai 1.000 orang pemancing. Tiket tersebut sudah mencakup akses masuk serta kupon undian doorprize," ujar Anak Agung Ngurah Srijaya Widiada.
Panitia menyiapkan total lebih dari 500 kilogram ikan lele, termasuk 6 ekor "ikan master" dengan berat masing-masing di atas 3 kilogram. Lomba ini memperebutkan hadiah uang tunai untuk 6 kategori pemenang berdasarkan bobot ikan master terberat, yakni: Juara 1: Rp2.500.000, Juara 2: Rp1.500.000, Juara 3: Rp1.000.000, Juara 4: Rp750.000, Juara 5: Rp500.000, dan Juara 6: Rp250.000.
Selain hadiah utama, terdapat sekitar 50 ekor ikan berpita khusus yang berhadiah doorprize berupa uang tunai maupun barang menarik, disesuaikan dengan warna pita pada ikan yang berhasil dipancing.
Anak Agung Ngurah Srijaya Widiada berharap kegiatan ini dapat menjadi alternatif penggalian dana kreatif di tingkat lokal.
"Harapan kami ke depan, upaya penggalian dana untuk kegiatan kemasyarakatan dan keagamaan bisa terus berkembang secara kreatif, tidak hanya bergantung pada cara-cara konvensional seperti kupon makanan saja," pungkasnya.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Anggota DPRD Provinsi Bali I Gusti Ngurah Gede Marhaendra Jaya, Anggota DPRD Provinsi Bali AA Gede Agung Suyoga, serta Ketua DPRD Kota Denpasar I Gusti Ngurah Gede. (Ays/Prokopim.Dps).