Perspectives News

Krisis Air Jembrana: Warga Minum Air Kubangan

 

Polres Jembrana menerjunkan bantuan sebanyak 12.000 liter air bersih ke Banjar Benel, Desa Manistutu, Jembrana, Rabu (12/8/2026). (Foto: Polres Jembrana).

JEMBRANA, PERSPECTIVESNEWS- Nestapa krisis air bersih akibat kemarau panjang merundung warga Desa Manistutu, Kecamatan Melaya, Kabupaten Jembrana. Selama lebih dari sepekan, ratusan kepala keluarga di wilayah tersebut terpaksa bertahan hidup dengan mengandalkan air kubangan di tengah lahan pertanian untuk memenuhi kebutuhan harian mereka.

Derita 347 Kepala Keluarga (KK) atau sekitar 1.187 jiwa yang terdampak kekeringan ini mulai mendapatkan titik terang setelah aksi tanggap darurat diluncurkan oleh aparat kepolisian dan pemerintah daerah setempat.

Polres Jembrana menerjunkan bantuan sebanyak 12.000 liter air bersih ke Banjar Benel. Di saat yang sama, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jembrana mendistribusikan 5.000 liter air bersih ke Banjar Pendem untuk mengintervensi kebutuhan dasar sekitar 120 KK di lokasi tersebut.

Guna memastikan proses distribusi berjalan adil dan teratur, pihak kewilayahan telah menyiapkan bak penampungan di sejumlah titik strategis. Warga dapat mengambil pasokan air secara bergiliran.

Kasat Samapta Polres Jembrana, AKP I Nyoman Arnama, menegaskan komitmennya untuk terus memprioritaskan bantuan pasokan air bersih selama masyarakat masih membutuhkan.

"Warga maupun pihak desa yang membutuhkan bantuan dapat langsung menghubungi Hotline Polri 110," tegas AKP I Nyoman Arnama, Kamis (13/8/2026).

Senada dengan hal tersebut, Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kabupaten Jembrana, I Putu Agus Artana Putra, menyampaikan bahwa pendistribusian air bersih ini merupakan bagian dari aksi berkelanjutan.

Pihaknya mencatat telah memulai pengiriman bantuan sejak Rabu (12/8/2026) demi memastikan kebutuhan air bersih warga terdampak kekeringan terpenuhi secara merata. (dik)

 

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama