Perspectives News

Manajemen DTW Tanah Lot Siap Gelar Festival Selama Tiga Hari, Target 10 Ribu Pengunjung

Presscon TLF ke-7 yang dihadiri segenap jajaran Pemkab Tabanan, manajemen DTW Tanah Lot serta Bendesa Adat Beraban Kediri, Senin (24/8/2026).  (Foto: Lan)

TABANAN, PERSPECTIVESNEWS- Pemerintah Kabupaten Tabanan siap menggelar Tanah Lot Festival (TLF) yang bakal berlangsung selama tiga hari sejak dibuka pada 28 Agustus hingga berakhir pada 30 Agustus 2026, di kawasan DTW Tanah Lot.

Kesiapan itu disampaikan Sekda Kabupaten Tabanan Dr. I Gede Susila, S.Sos., M.Si mewakili Bupati Dr. I Komang Gede Sanjaya, S.E., M.M pada presscon yang dilaksanakan Senin (24/8/2026).

Sekda mengatakan, Tanah Lot Festival ke-7 ini, tetap harus digelar meskipun situasi dunia akibat perang dan menurunnya jumlah wisatawan ke Bali dan Tabanan khususnya, menjadi keprihatinan tersendiri.

“Namun Bapak Bupati minta FTL tetap digelar. Menurut beliau, justru disitu tantangannya. Kita tidak boleh berhenti karena keadaan, sebaliknya tetap semangat menjadikan FTL sebagai ajang promosi untuk bisa menguatkan kembali asumsi publik bahwa perang tidak menyurutkan semangat kita untuk tetap optimis dan terus maju,” ungkap Sekda.

I Wayan Sudiana, SE selaku Manager Operasional DTW Tanah Lot (kiri) bersama Bendesa Adat Beraban I Ketut Sujana, S.Sos.  (Foto: Lan)

Sementara itu I Wayan Sudiana, SE selaku Manager Operasional DTW Tanah Lot menyatakan kesiapannya dan memastikan TLF akan dilaksanakan selama tiga hari berturut-turut, 28-30 Agustus 2026 dengan target kunjungan 10 ribu orang.

“Agustus kan masih high season. Jadi kami optimis jika target 10 ribu pengunjung bukanlah target muluk-muluk. Masih memungkinkan kita kejar apalagi Bapak Bupati sangat mendukung pelaksanaannya,” sebut Sudiana.

DTW Tanah Lot, sambung Sudiana sudah siap menyambut para pengunjung dengan berbagai agenda dan suguhan atraksi menawan yang tidak jauh berbeda dari penyelenggaraan TLF tahun lalu.

Tanah Lot Art & Food Festival adalah perpaduan seni budaya, kuliner khas dan sunset paling eksotis. Tema tahun ini mengangkat kemuliaan dari laut yakni ‘Samudra Sakti Raksanam Jagat Samyaya’yang bermakna, Menjaga Kekuatan Samudra menuju Keharmonisan dan Keseimbangan Alam Semesta Laut sebagai Sumber Kekuatan Alam, Laut Menjaga Keseimbangan Alam Semesta, Laut Sebagai Sumber Kehidupan, dan Laut sebagai Tempat Penyucian dan Peleburan.

“Dengan tema di atas, diharapkan agar Tanah Lot Art & Food Festival ke-7 ini akan bisa menjadi sebuah momen untuk kita semua, memaknai betapa pentingnya kita menjaga laut atau samudra sebagai sumber kehidupan,” tuturnya.

Walaupun tahun ini dibuat lebih sederhana, tetapi secara konsep TLF tetap mengangkat seni budaya dan kuliner khas Tabanan.

“Walaupun ada beberapa perubahan yang kami buat pada event ini, baik dari segi desain, rancangan acara maupun isian akan tetap menjadi festival yang paling ditunggu banyak orang. Penuh dengan hiburan, kuliner dan full desain photoshoot untuk media sosial dengan konsep all in one,” jelas Sudiana.

Konsep acara pertunjukan pada event ini lebih mengutamakan seniman lokal. Di segmen ini, para wisatawan akan disuguhkan seni dan budaya Bali, mulai dari tarian gambelan dan suguhan acara yang sifatnya sangat kental dengan nuansa Bali.

Fokus utama pada segmen ini untuk para wisatawan yang berlibur atau berkunjung ke Tanah Lot. Acara ini dimulai pada pukul 10.00 wita - 18.30 Wita atau saat berakhirnya sunset.

Ada ikon kuliner yang menyajikan makanan khas Tabanan, baik itu olahan makanan utama dan jajanan tradisional, dengan pilihan kuliner yang sudah sangat langka ditemui di masyarakat.

Tak lupa suguhan puncak yang melibatkan ribuan orang dalam parade budaya yang menampilkan Parade Gebogan diiringi barisan beleganjur yang melewati jalan setapak dengan rute yang sudah ditentukan sepanjang kawasan DTW.

Segmen acara yang lebih dominan adalah penampilan pertunjukan musik dan bebondresan, untuk dinikmati masyarakat umum. Segmen dimulai dari pukul 18.30 Wita - 22.00 Wita yang pertunjukan utamanya digelar di area panggung utama dan panggung budaya dengan menghadirkan seniman atau artis lokal yang menjadi idola masyarakat Bali. (lan)

 

 

 

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama