Perspectives News

OKK PWI Bali: Penguatan Profesionalisme Jurnalis Menuju Standar Kompetensi Wartawan

 

WK Bidang Pendidikan PWI Bali, Arif Wibisono, saat paparan Standar Kompetensi Wartawan (SKW) dalam Orientasi Kewartawanan dan Keorganisasian (OKK) PWI Bali hari kedua yang digelar di Gedung PWI Bali, Jumat (21/8/2026). (Foto: dik/perspectives)

DENPASAR, PERSPECTIVESNEWS- Penguatan profesionalisme jurnalis menjadi fokus utama dalam Orientasi Kewartawanan dan Keorganisasian (OKK) PWI Bali hari kedua yang digelar di Gedung PWI Bali, Jumat (21/8/2026).

Di hadapan ratusan jurnalis dari berbagai wilayah di Bali, Wakil Ketua Bidang Pendidikan PWI Bali, Arif Wibisono, menegaskan bahwa penerapan Standar Kompetensi Wartawan (SKW) merupakan harga mati guna menjaga integritas profesi dan melindungi hak publik atas informasi.

Arif memaparkan bahwa profesi jurnalis berlandaskan pada Peraturan Dewan Pers Nomor 03/Peraturan-DP/XI/2023. SKW bukan sekadar formalitas administratif, melainkan benteng utama dalam menguji kesiapan pengetahuan, etika, teknik peliputan, hingga ketaatan pada Kode Etik Jurnalistik (KEJ).

"Ketika sudah memiliki uji kompetensi, paling tidak kita sudah punya standar. Standar untuk menjalankan profesionalitas wartawan," ujar Arif saat memberikan materi pembekalan menuju Uji Kompetensi Wartawan (UKW).

Lebih lanjut, kata Arif, wartawan adalah penghasil karya intelektual. SKW hadir untuk mengukur kinerja, meningkatkan profesionalitas, sekaligus mencegah penyalahgunaan profesi.

Dalam paparannya, Arif menyoroti 11 kompetensi kunci yang wajib dikuasai wartawan, mulai dari kepatuhan regulasi pers, kepekaan mengidentifikasi sembilan nilai berita (news values), hingga penguasaan teknik wawancara dan manajemen redaksi modern.

Ia juga menggarisbawahi pentingnya penerapan Fairness Doctrine dalam proses peliputan harian di tengah derasnya arus digitalisasi media.

"Mendapatkan fakta yang terverifikasi dan berimbang (cover both sides) jauh lebih krusial daripada sekadar menjadi pihak pertama yang menyiarkan berita," tegasnya.

Pelatihan hari kedua ini membekali peserta dengan praktik teknis mulai dari strategi wawancara mendalam, verifikasi data, hingga penulisan struktur berita piramida terbalik berbasis kaidah SPOK.

Melalui pembekalan intensif ini, PWI Bali mendorong seluruh peserta agar siap menghadapi sertifikasi kompetensi resmi Dewan Pers demi menegakkan kemerdekaan pers yang bermartabat. (dik)

 

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama