Kapal KMP Jatra I yang diperbantukan untuk aktifitas penyeberangan di Pelabuhan Gilimanuk - Ketapang, mengantisipasi antrean panjang kendaraan yang akan menyeberang, Jumat (18/9/2026). (Foto: Humas ASDP Gilimanuk).
JEMBRANA, PERSPECTIVESNEWS- PT ASDP Indonesia Ferry
(Persero) terus menggenjot optimalisasi layanan penyeberangan di lintasan
Ketapang–Gilimanuk guna mengurai antrean panjang kendaraan yang menumpuk dari
periode sebelumnya.
Sebanyak 24 kapal dikerahkan secara intensif pada Jumat
(18/9/2026), dengan penyesuaian pola operasi secara dinamis mengikuti kondisi
cuaca dan perairan.
Armada yang diturunkan terdiri dari 22 kapal reguler dan dua
kapal perbantuan berkapasitas besar, yakni KMP Jatra I dan KMP Portlink VII.
Seluruh armada disebar di berbagai fasilitas sandar, meliputi Dermaga MB 1 (5
kapal), Dermaga MB 3 (5 kapal), Dermaga MB 4 (5 kapal termasuk perbantuan),
serta Dermaga LCM (9 kapal).
Corporate Secretary ASDP, Windy Andale, menjelaskan bahwa
fokus utama manajemen saat ini adalah mempertahankan produktivitas kapal dan
dermaga agar kendaraan terangkut secara berkesinambungan.
"Fokus kami saat ini adalah menjaga produktivitas kapal
dan dermaga agar kendaraan yang telah mengantre dapat diseberangkan secara
konsisten. Seluruh armada yang siap operasi terus dioptimalkan dengan
memperhatikan kondisi cuaca dan perairan. Namun, keselamatan tetap menjadi
prioritas utama dan tidak dapat dikompromikan," tegas Windy.
Windy menambahkan, penumpukan kendaraan yang terjadi saat
ini merupakan akumulasi dari periode sebelumnya. Proses penguraian membutuhkan
waktu karena tidak hanya bergantung pada jumlah kapal, tetapi juga dipengaruhi
oleh kecepatan manuver dan proses sandar, dinamika pasang surut air laut,
siklus bongkar muat, hingga kesiapan teknis dermaga.
Sementara itu, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika
(BMKG) melaporkan kondisi cuaca di Pelabuhan Ketapang relatif bersahabat dengan
kondisi cerah berawan hingga berawan. Tinggi gelombang tercatat berkisar
0,1–0,5 meter, dengan kecepatan angin 3–8 knot dan hembusan maksimum hingga 19
knot.
Momentum cuaca yang kondusif ini dimanfaatkan sepenuhnya
oleh ASDP untuk memacu ritme operasional di lapangan. General Manager ASDP
Cabang Ketapang, Media Syahrianto, menyampaikan bahwa evaluasi operasional
terus dilakukan bersama regulator seperti KSOP dan BPTD.
"Kami terus menjaga ritme bongkar muat di seluruh
dermaga. Setiap momentum kondisi cuaca dan perairan yang mendukung akan
dimanfaatkan untuk meningkatkan produktivitas agar kepadatan berangsur
berkurang," kata Media.
Guna menjaga kelancaran di area pelabuhan, ASDP mengimbau
para pengguna jasa untuk selalu mematuhi arahan petugas di lapangan dan
memantau informasi resmi pelayaran sebelum bepergian. ASDP juga menyampaikan
apresiasi atas kesabaran para pengguna jasa selama proses penguraian antrean
berlangsung. (dik)
