Kuota Tuan Rumah Kejurprov Bulu Tangkis Bali Disepakati 4 Pemain untuk Tiap Nomor Kategori

Ketua Umum PBSI Bali, I Wayan Winurjaya, SE saat memimpin rapat koordinasi pengurus bersama wakil dari Pengkab/Pengkot PBSI se-Bali dan Panpel Kejurprov Bulu Tangkis Bali, Sabtu (3/10/2026) (Foto: djo)

DENPASAR, PERSPECTIVESNEWS – Rapat koordinasi pengurus PBSI Bali bersama wakil dari Pengkab/Pengkot PBSI se-Bali serta Panpel Kejurprov Bulu Tangkis Bali di Sekretariat PBSI Bali, di Denpasar memutuskan bahwa kuota peserta untuk tuan rumah maksimal 4 pebulu tangkis di masing-masing nomor dan kelompok umur atau kategori.

Ketua Umum Pengprov PBSI Bali, I Wayan Winurjaya di sela-sela rapat, Sabtu (3/10/2026), mengatakan keputusan jumlah kuota 4 atlet untuk tuan rumah tersebut mengacu pada ketentuan Kejurprov sebelumnya.

“Pada Kejurprov sebelumnya kuota untuk tuan rumah memang 4 atlet sedangkan Pengkab/Pengkot PBSI sebagai peserta masing-masing 2 atlet tiap-tiap nomor dan kelompok umur. Saat Mukerprov PBSI Bali (12 Juli 2026,red) diputuskan baik tuan rumah maupun Pengkab/Pengkot PBSI se-Bali kuotanya sama, yakni masing-masing 2 atlet,” kata Winurjaya.

Kejurprov Bulu Tangkis Bali 2026 akan digelar di GOR Mekar, Seririt, Kabupaten Buleleng pada 8-11 Oktober 2026 mempertandingkan kelompok umur Usia Dini, anak-anak, Pemula, Remaja, Taruna dan Dewasa terdiri masing-masing tunggal putra, tunggal putri, ganda putra, ganda putri dan ganda campuran. Selain itu juga dipertandingkan beregu dengan sistem Sudirman.

Khusus untuk Taruna dan Dewasa, lanjut Winurjaya, rapat sepakat tetap menggunakan Sistem Informasi (SI), yakni platform database terpusat yang digunakan untuk mendata, mengelola, dan memverifikasi keabsahan data seluruh anggota organisasi, termasuk atlet, klub, pelatih, hingga penyelenggaraan turnamen resmi.

“SI sudah baku digunakan untuk menggelar kejuaraan sehingga atlet yang pindah dari daerah satu ke daerah lain boleh bertanding jika mutasinya dilakukan minimal 90 hari sebelum Kejurprov digelar,” kata Winurjaya dan menambahkan untuk kelompok umur selain Taruna dan Dewasa tidak menggunakan SI dan panpel silakan berkreasi.

Dengan digunakannya SI untuk kategori atau kelompok umur Taruna dan Dewasa, kata Winurjaya nantinya saat pertemuan teknik tidak terlalu rumit. “Salah satu tujuan dari prakarsa kami mengadakan pertemuan ini bersama seluruh Pengkab/Pengkot PBSI se-Bali dan panpel, agar nanti saat technical meeting tidak ‘ramai’,” imbuhnya.

PBSI Bali, kata Winurjaya, nantinya akan membiayai pengiriman hanya juara saja untuk kelompok umur Taruna dan Dewasa baik itu tunggal maupun ganda putra dan putri mewakili Bali ke Kejurnas. Sedangkan untuk runner up, masing-masing nomor dan kelompok umur, PBSI Bali hanya membiayai sebagian selebihnya dibiayai pengkab atau pengkot-nya. (djo) 

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama