Antrean kendaraan yang mulai lengang di areal parkir Pelabuhan Gilimanuk, Jumat (2/10/2026). (Foto:dik/Perspectives).
JEMBRANA, PERSPECTIVESNEWS- Kemacetan panjang yang
sempat melumpuhkan jalur penyeberangan Pulau Jawa dan Bali akhirnya melandai.
Setelah berhari-hari mengular hingga belasan kilometer, antrean kendaraan di
Pelabuhan Ketapang maupun Gilimanuk terpantau berangsur normal sejak Jumat
(2/10/2026).
Penurunan volume antrean ini terjadi seiring langkah cepat
PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) mengoptimalkan operasional kapal.
General Manager ASDP Cabang Ketapang, Media Syahrianto,
menegaskan bahwa pemulihan layanan terus didorong melalui penyesuaian strategi
di lapangan.
”Perkembangan antrean yang semakin terkendali menjadi
bagian dari proses pemulihan layanan yang terus kami dorong,” kata Media
Syahrianto, Sabtu (3/10/2026).
Guna mengurai tumpukan kendaraan, sebanyak 27 kapal
dikerahkan penuh melayani lintasan Ketapang–Gilimanuk.
Armada tersebut tersebar di beberapa fasilitas dermaga
diantaranya, Dermaga MB 1 & MB 3: Masing-masing dilayani 5 kapal, Dermaga
LCM, menjadi porsi terbesar dengan 12 kapal dan Dermaga MB 4: Dilayani 5
kapal, plus bantuan KMP Portlink VII untuk memperbesar kapasitas angkut.
Meski kondisi di lapangan kian terkendali, tren mobilitas
masyarakat di lintasan antarpulau ini tercatat masih sangat tinggi. Pada Rabu
(30/9), tercatat 19.101 penumpang dan 5.881 kendaraan menyeberang dari Ketapang-meningkat
4,57 persen dari hari sebelumnya. Tren tinggi ini berlanjut pada Kamis (1/10/2026)
dengan pergerakan 19.942 penumpang dan 5.745 kendaraan.
Tingginya arus kendaraan tersebut menjadi tantangan
tersendiri mengingat kapasitas dermaga belum sepenuhnya pulih ke kondisi
normal.
ASDP memastikan akan terus memantau pola operasi secara
berkala berdasarkan dinamika lalu lintas, kesiapan armada, dan faktor
keselamatan pelayaran guna mencegah potensi penumpukan susulan. (dik)