Catatan OJK Bali di 2023, Pengaduan Terbanyak dari Sektor Perbankan

 

Kristrianti Puji Rahayu, Kepala OJK Provinsi Bali (kiri) didampingi Ananda R. Mooy, Direktor Pengawasan Lembaga Jasa Keuangan OJK Provinsi Bali saat NGORTE Bareng Media, di Ubud, Gianyar, Selasa (6/2/2024). (Foto: perspectives)

GIANYAR, PERSPECTIVESNEWS- Catatan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Bali di 2023, telah menerima 438 pengaduan dan sebanyak 272 merupakan pengaduan sektor perbankan dan 166  pengaduan sektor IKNB.

Data OJK Provinsi Bali tersebut terungkap pada NGORTE Bareng Media, di Ubud, Gianyar, Selasa (6/2/2024) yang disampaikan Kristrianti Puji Rahayu, Kepala OJK Provinsi Bali didampingi Ananda R. Mooy, Direktor Pengawasan Lembaga Jasa Keuangan OJK Provinsi Bali.

“Selama tahun 2023, Kantor OJK Provinsi Bali telah menerima 438 pengaduan dengan 38 diantaranya merupakan sengketa yang masuk ke dalam LAPS Sektor Jasa Keuangan (SJK). Dari pengaduan tersebut, sebanyak 272 merupakan pengaduan sektor perbankan dan 166 merupakan pengaduan sektor IKNB," jelas Puji.

Ditambahkan Puji, status pengaduan yang masuk, sebanyak 414 pengaduan telah selesai (ditutup), 14 pengaduan menunggu tanggapan konsumen, dan 10 pengaduan dalam proses penanganan Pelaku Usaha Jasa Keuangan (PUJK).

“OJK terus mendorong penyelesaian pengaduan yang masuk melalui Aplikasi Portal Perlindungan Konsumen (APPK), baik yang berindikasi sengketa maupun yang berindikasi pelanggaran,” tuturnya.

Sementara di sisi pemberantasan kegiatan keuangan ilegal, OJK bersama seluruh anggota Satuan Tugas Pemberantasan Aktivitas Keuangan Ilegal (Satgas PASTI) terus meningkatkan koordinasi dalam penanganan investasi dan pinjaman online illegal, khususnya pasca penerbitan Keputusan Dewan Komisioner mengenai Satgas PASTI pada tanggal 30 November 2023.

Dalam rangka mewujudkan terlaksananya fungsi pelindungan konsumen dan masyarakat di sektor jasa keuangan, OJK Provinsi Bali telah menyelenggarakan kegiatan Focus Group Discussion (FGD) Satgas PASTI Provinsi Bali bertempat di Kantor OJK Provinsi Bali pada 15 Desember 2023.

FGD ini diharapkan dapat meningkatkan sinergi, kerja sama dan kolaborasi antara seluruh pemangku kepentingan di daerah untuk mendukung terwujudnya upaya pemberantasan aktivitas keuangan ilegal yang menyeluruh.

Dalam rangka mendukung kelancaran kredit/pembiayaan dari Industri Jasa Keuangan (IJK) kepada masyarakat, OJK memberikan pelayanan penarikan data Informasi Debitur (Ideb) Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK).

Selama tahun 2023, Kantor OJK Provinsi Bali telah melakukan pelayanan penarikan data Ideb SLIK baik secara online maupun walk in sebanyak 4.091 orang.

Dengan kebijakan dan langkah penegakan hukum yang dilakukan, serta senantiasa bersinergi dengan Pemerintah, Bank Indonesia, LPS dan industri keuangan maupun asosiasi pelaku usaha di sektor riil, OJK optimis sistem keuangan dapat terjaga stabil.

Di sektor pasar modal, jumlah investor di wilayah Bali masih menunjukkan pertumbuhan yang cukup tinggi yang mencapai double digit secara yoy.

“Pada Desember 2023, jumlah investor saham di Bali sebanyak 116.748 Single Investor Identification (SID) atau tumbuh 23,22 persen yoy. Demikian juga dengan jumlah investor Reksa Dana dan SBN yang masing-masing tumbuh sebesar 23,41 persen yoy dan 25,07 persen yoy. Nilai kepemilikan saham di Bali mencapai Rp4,50 triliun atau tumbuh 8,46 persen yoy meningkat dibandingkan November 2023 yang sebesar 4,63 persen yoy. (lan)

Post a Comment

Previous Post Next Post