Perspectives News

Kerap Hadapi Tantangan Berlapis, PLN Gelar Pelatihan Kewirausahaan bagi ODHIV

 

Manager Komunikasi dan TJSL PT PLN (Persero) UID Bali, I Wayan Eka Susana (empat dari kiri) menyerahkan secara simbolis program bantuan modal usaha dan pelatihan kewirausahaan kepada ketua Yayasan Kerti Praja, Desak Made Putri Pidari, Sabtu (31/1/2026). (Foto: PLN)

DENPASAR, PERSPECTIVESNEWS- Komitmen menghadirkan pembangunan yang inklusif dan berkeadilan terus diwujudkan PT PLN (Persero) melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL).

Bersama Yayasan Kerti Praja, PLN Peduli menyelenggarakan Program Pemberdayaan Orang Dengan HIV (ODHIV) melalui pelatihan kewirausahaan, bantuan modal usaha, serta pendampingan berkelanjutan di Denpasar, Bali.

Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, Kamis - Jumat (29–30 Januari 2026), di Gedung Yayasan Kerti Praja ini diikuti oleh 18 ODHIV dari berbagai kabupaten/kota di Bali. 

Para peserta berasal dari beragam latar belakang usaha mikro, seperti usaha makanan, laundry, pakaian, hingga peternakan, yang selama ini menjadi sumber penghidupan mereka.

Program ini dirancang tidak hanya untuk meningkatkan keterampilan teknis berwirausaha, tetapi juga untuk memperkuat kepercayaan diri dan kemandirian ekonomi peserta.

Melalui pembekalan kewirausahaan dasar, manajemen keuangan, perencanaan bisnis, serta motivasi berusaha, peserta didorong agar mampu mengelola usaha secara lebih terarah dan berkelanjutan, sesuai dengan kondisi dan potensi masing-masing.

Manager Komunikasi dan TJSL PLN UID Bali, I Wayan Eka Susana, menyampaikan bahwa kehadiran PLN dalam program ini berangkat dari empati dan kepedulian terhadap tantangan berlapis yang kerap dihadapi ODHIV, baik dari sisi kesehatan, sosial, maupun ekonomi. Menurutnya, setiap orang memiliki potensi dan hak yang sama untuk berkarya serta hidup layak.

Ketua Yayasan Kerti Praja, dr. Desak Made Putri Pidari, M.Biomed., Sp.DVE, menyampaikan apresiasi atas kepedulian PLN UID Bali terhadap ODHIV.

“Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas dukungan dan perhatian PLN UID Bali kepada ODHIV. Kami berharap bantuan dan pendampingan seperti ini dapat terus berlanjut di tahun-tahun berikutnya, sehingga semakin banyak ODHIV yang dapat mandiri secara ekonomi dan sosial,” ungkapnya.

Selain pelatihan, kegiatan ini juga ditandai dengan penyerahan bantuan modal usaha secara simbolis kepada para peserta.

Bantuan tersebut diharapkan dapat menjadi langkah awal untuk memperkuat usaha yang dijalankan sekaligus mengurangi kerentanan sosial dan ekonomi yang selama ini dialami ODHIV. (lan/ojk)

 

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama