Perspectives News

Dibawah Profesionalitas Toya Vyavastha, Rockaway Kintamani Bukan Sekadar Destinasi Kuliner

 


Founder Toya Vyavastha, I Ketut Mardjana. (Foto: Ist)

BANGLI, PERSPECTIVESNEWS- Toya Vyavastha hadir sebagai professional management advisor yang berperan strategis dalam mengawal pertumbuhan dan keberlanjutan Rockaway, Kintamani, Bali.

Peran ini dijalankan secara komprehensif, baik dalam ranah Marketing Management maupun sebagai Hospitality Management yang mencakup pengelolaan operasional harian, standar layanan, pengembangan konsep, hingga penguatan positioning merek, branding.

Tepat di hari Valentine's, Sabtu (14/2/2026), Rockaway memperkenalkan diri dengan konsep berbeda di bawah manejemen profesional Toya Vyavastha.

Sebagai mitra manajemen, Toya Vyavastha tidak hanya berfokus pada aspek promosi dan penjualan, tetapi juga memastikan bahwa pengalaman pengunjung mulai dari kualitas produk, alur pelayanan, atmosfer ruang, hingga konsistensi brand, terkelola secara profesional, berkelanjutan, dan berkelas.

Pendekatan ini menjadikan Rockaway bukan sekadar destinasi kuliner, melainkan sebuah pengalaman yang utuh dan bermakna.

Dengan konsep ‘Moment From the Height’ sebuah filosofi yang menghidupkan setiap waktu. 

“Moment From the Height” lahir dari pemahaman mendalam atas lokasi Rockaway yang berada di ketinggian Kintamani. Dari titik ini, pengunjung tidak sekadar datang untuk menikmati breakfast, lunch, dinner, atau secangkir kopi dengan bakery pilihan, melainkan untuk menghayati setiap momen sebagai bagian dari perjalanan hidup.

Inilah esensi “Moment From the Height”: sebuah ajakan untuk berhenti sejenak, mengapresiasi keindahan, dan merayakan kehidupan dari sudut pandang yang lebih tinggi.

Founder Toya Vyavastha, I Ketut Mardjana menjelaskan, kolaborasi antara Toya Vyavastha dan Rockaway Kintamani bukanlah sesuatu yang terjadi secara kebetulan.

Toya Vyavastha didirikan untuk menjawab tantangan zaman, bahwa industri hospitality hari ini menuntut adanya lembaga yang profesional, fokus, dan dedicated dalam pengelolaan serta manajemen usaha.

"Kita melihat banyak pemilik modal yang memiliki visi dan keberanian untuk berinvestasi di sektor hospitality. Namun tidak semuanya memiliki waktu untuk terlibat langsung dalam operasional harian. Bahkan ada pula yang memang memiliki kekuatan di bidang lain, tetapi belum tentu memiliki talenta atau pengalaman spesifik dalam pengelolaan hospitality," ujarnya.

Rockaway sendiri berdiri di kawasan Batur UNESCO Global Geopark, sebuah kawasan dengan nilai geologi, sejarah, dan spiritualitas yang diakui dunia. Ini merupakan strategic asset yang memberi legitimasi dan diferensiasi yang kuat.

Ia menambahkan, kedepan, pihaknya akan fokus pada tiga agenda utama yaitu memperkuat experience-based hospitality dengan standar pelayanan yang konsisten dan premium.

Kedua, membangun kolaborasi yang erat dengan travel agents, media, dan para content creators untuk memperluas jangkauan pasar dan memperkuat storytelling.

Ketiga, memastikan bahwa sustainability menjadi fondasi pertumbuhan, baik dari sisi lingkungan, budaya, maupun ekonomi.

"Kami menyadari bahwa keberhasilan tidak pernah berdiri sendiri. Dukungan teman-teman travel agents akan membuka akses pasar yang lebih luas. Peran media dan influencers akan memperkuat positioning dan citra," ungkapnya. (rls)


Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama