Petugas Damkar Jembrana memadamkan kebakaran yang menghanguskan sebagian lahan milik warga di Desa Delod Berawah, Kecamatan Mendoyo, Kabupaten Jembrana, pada Minggu (21/6/2026) malam. (Foto: Damkar Jembrana).
JEMBRANA, PERSPECTIVESNEWS- Tindakan ceroboh
membakar sampah kembali memicu petaka. Alih-alih bersih, aktivitas tersebut
justru memicu kebakaran yang menghanguskan sebagian lahan milik warga di Desa
Delod Berawah, Kecamatan Mendoyo, Kabupaten Jembrana, pada Minggu (21/6/2026)
malam.
Kepala Seksi Pemadam Kebakaran (Kasi Damkar) Jembrana,
Kadek Bagus Darmawan, membenarkan insiden tersebut. Menurutnya, kebakaran
melanda lahan seluas 50 are milik seorang warga setempat bernama Narya (65).
Akibat amukan si jago merah yang dipicu oleh pembakaran sampah, setengah dari
total luas lahan tersebut hangus terbakar.
"Penyebab kebakaran murni akibat aktivitas membakar
sampah. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, dan kerugian
material dilaporkan nihil," ujar Kadek Bagus Darmawan saat dikonfirmasi,
Senin (22/6/2026).
Laporan kebakaran pertama kali diterima oleh Mako Damkar
Jembrana sekitar pukul 21.42 WITA langsung dari Kasat Pol PP. Menindaklanjuti
laporan tersebut, Regu III Damkar yang sedang bersiaga segera dikerahkan ke
lokasi kejadian yang berada di sebelah timur patung putri duyung, Delod
Berawah.
Hanya membutuhkan waktu 5 menit perjalanan, armada pemadam
kebakaran langsung tiba di tempat kejadian perkara (TKP). Guna mengantisipasi
api kembali berkobar dan meluas, petugas langsung melakukan lokalisir. Total
armada dikerahkan 4 unit mobil pemadam (termasuk armada tangki merah, tangki
silver, Hino tembak, dan Altora).
Sebanyak 11.500 liter air dihabiskan untuk proses
penanganan. Petugas melakukan pendinginan intensif selama 15 menit untuk
memastikan sisa-sisa bara api benar-benar padam.
Kini kondisi di lokasi dipastikan telah aman dan kondusif.
Pihak Damkar Jembrana mengimbau masyarakat agar lebih bijak dan waspada saat
mengelola limbah rumah tangga, serta menghindari tindakan membakar sampah
sembarangan—terutama di dekat lahan kering yang mudah tersulut api. (dik)
