Co-Founder Jatiluwih Eco Farm, John Ketut Purna. (Foto: perspectives)
TABANAN, PERSPECTIVESNEWS- Jatiluwih Eco Farm resmi
hadir menawarkan konsep wisata edukasi, agrowisata, dan pelestarian budaya
tradisional Bali. Destinasi baru ini seolah melengkapi kawasan wisata Jatiluwih
yang telah ditetapkan sebagai Warisan Dunia UNESCO.
Apa yang melatarbelakangi hadirnya Jatiluwih Eco Farm ini?. Co-Founder
Jatiluwih Eco Farm, John Ketut Purna mengatakan, berdirinya tempat ini
berangkat dari kerinduannya untuk membangun kampung halaman.
"Tujuan berdirinya Jatiluwih Eco Farm ini sebenarnya
kerinduan saya yang sudah lama sekali meninggalkan kampung. Saya ingin
membangun kampung saya kembali menjadi objek wisata," ujar John Ketut
Purna, Sabtu (8/8/2026).
Menurutnya, masyarakat dan wisatawan harus berkunjung ke
Jatiluwih Eco Farm karena di tempat ini pengunjung bisa melihat dan merasakan
langsung aktivitas-aktivitas tradisional yang sudah lama ditinggalkan.
Beberapa aktivitas unggulan di Jatiluwih Eco Farm antara lain,
Agrowisata seperti memetik sayur organik langsung dari kebun, kemudian juga ada
edukasi Budaya dimana pengunjung
diperkenalkan cara membuat canang sari, cooking class masakan tradisional Bali maupun
aktivitas lainnya seperti membajak, menanam padi, dan bermain lumpur.
Pengunjung yang ingin benar - benar menikmati wisata alam,
bisa melakukan aktivitas memancing sambil menikmati suasana pedesaan yang
sejuk.
"Aktivitas yang bisa dilakukan di Jatiluwih Eco Farm
ini banyak sekali. Pertama, kita bisa melakukan cooking class, kita juga bisa
memancing. Khusus untuk wisatawan juga bisa membuat canang sari, memasak
sendiri, bahkan memetik sayuran dari kebun kita sendiri yang ada di Jatiluwih
Eco Farm. Kami ingin wisatawan tidak hanya melihat pemandangan, tapi juga
merasakan bagaimana menjadi petani sesungguhnya," tambahnya.
Menariknya, Jatiluwih Eco Farm juga menyiapkan fasilitas
khusus. Untuk tamu VIP, pihaknya telah menyediakan landasan khusus yang bisa
digunakan untuk helikopter mendarat.
"Khusus tamu VIP bisa naik helikopter di sini karena
kita siapkan landasan khusus yang bisa dipakai untuk heli mendarat,"
katanya.
John Ketut Purna menambahkan, Jatiluwih Eco Farm sangat
cocok bagi masyarakat perkotaan yang membutuhkan suasana berbeda (refreshing-red).
"Saat pengunjung di perkotaan butuh refreshing, bisa
datang ke Jatiluwih Eco Farm karena di sini kita bisa menyediakan semuanya dan
kita bisa melihat indahnya alam pedesaan yang benar-benar asri dan sejuk,"
sebut John.
Jatiluwih Eco Farm hadir melengkapi destinasi wisata di
Kawasan Jatiluwih, Tabanan yang sudah dikenal dunia dengan sawah teraseringnya.
Mengusung eco-tourism dan community-based tourism, tempat ini mengajak
wisatawan berinteraksi langsung dengan alam dan masyarakat lokal.
Dengan konsep ‘back to nature’, Jatiluwih Eco Farm
diharapkan dapat menjadi alternatif wisata yang tidak hanya menghibur, tetapi
juga mengedukasi serta memberdayakan masyarakat lokal di sekitar kawasan
Jatiluwih. (*)